Sinopsis Film 'Kingdom of the Planet of the Apes': Perjuangan dan Pengkhianatan dalam Dunia yang Terbagi

Sinopsis Film 'Kingdom of the Planet of the Apes': Perjuangan dan Pengkhianatan dalam Dunia yang Terbagi
Sinopsis Film 'Kingdom of the Planet of the Apes' (Foto: The Movie Database)

RESENSIFILM.MY.ID - "Kingdom of the Planet of the Apes" membawa penonton ke dunia yang terpisah dari trilogi Planet of the Apes sebelumnya, dengan sentuhan sutradara Wes Ball yang menghadirkan nuansa yang segar namun penuh tantangan. 

Film ini menawarkan perjalanan yang mendebarkan, dipenuhi dengan aksi yang mengesankan dan pertanyaan moral yang mendalam, sementara menggali konflik antara kemanusiaan dan kebinatangan.

Cerita film ini berlangsung beberapa generasi setelah kejadian dalam trilogi sebelumnya, di mana pemerintahan Caesar, sang pemimpin kera, telah berakhir.

Kingdom of the Planet of the Apes mengisahkan kisah Noa (Owen Teague), seorang pemburu simpanse muda dari Klan Elang yang terpencil. 

Kehidupan Noa dan suku simpanse lainnya terganggu ketika mereka diserang oleh klan kera perang misterius, yang mencari sesuatu yang misterius di desa mereka.

Dalam kekacauan yang dihasilkan oleh serangan tersebut, Noa adalah satu-satunya yang selamat. Dipenuhi oleh rasa sakit dan dendam, Noa memulai sebuah petualangan melintasi dunia yang tidak dikenal, dengan satu-satunya teman setianya, seekor kuda dan seekor elang. 

Namun, dalam perjalanannya, Noa menemukan sesuatu yang tidak ia duga: seorang wanita manusia liar bernama Mae (Freya Allan), yang telah memperhatikan pergerakan Noa dari kejauhan.

Mae, seorang manusia yang masih mempertahankan kecerdasan dan kemampuan berbicara di tengah pandemi flu simpanse yang telah mengubah banyak manusia menjadi makhluk primitif, menjadi kunci dalam konflik yang sedang terjadi. 

Di antara kera, terutama yang dipimpin oleh Proximus Caesar (Kevin Durand), Mae dianggap sebagai ancaman yang harus dihancurkan. Namun, bagi Noa, Mae mewakili harapan untuk perdamaian dan pemahaman antara dua spesies yang sebelumnya saling bermusuhan.

Sementara itu, Noa juga bertemu dengan Raka (Peter Macon), seorang orangutan bijaksana yang terakhir dari Ordo Caesar, sebuah kelompok yang bertekad untuk mempertahankan hukum-hukum kera yang ditetapkan oleh Caesar. 

Raka menjadi mentor bagi Noa, membantunya untuk memahami bahwa tidak semua manusia adalah musuh, dan tidak semua kera adalah sahabat.

Namun, di tengah-tengah upaya Noa untuk memulihkan perdamaian antara manusia dan kera, ada pengkhianatan yang muncul di antara kedua spesies tersebut. 

Pertarungan untuk kekuasaan dan dominasi mengancam untuk menghancurkan segala sesuatu yang telah mereka bangun bersama.

Dengan visual yang memukau dan aksi yang menegangkan, "Kingdom of the Planet of the Apes" menawarkan lebih dari sekadar hiburan belaka. 

Film ini mengajukan pertanyaan yang mendalam tentang sifat kemanusiaan, persahabatan lintas spesies, dan konsekuensi dari kekuasaan. 

Dengan perjuangan yang epik dan intrik yang rumit, Kingdom of the Planet of the Apes memperluas alam semesta Planet of the Apes ke arah yang baru dan menarik, menjanjikan pengalaman yang mendalam bagi para penggemar film yang mencari lebih dari sekadar hiburan ringan.

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments